Menanggung Rindu
| Kalbu, Seperti Berjelaga Rindu, Menjalar ke Raga Tak pernah cukup kata memapar apa yang di jiwa cuma terpana rasa merana susah sungguh bermandi peluh menanggung rindu |
| Kalbu, Seperti Berjelaga Rindu, Menjalar ke Raga Tak pernah cukup kata memapar apa yang di jiwa cuma terpana rasa merana susah sungguh bermandi peluh menanggung rindu |
| Sumringah bibir merekah senyum indah anakku menggeliat-geliat tangan mencak-mencak kaki menyepak-nyepak diselingi derai tawa atau tangis manja tingkahmu lucu pintar meniru tangismu memelas membuat gemas lirikanmu nakal tapi jauh dari binal anakku pipimu montok nikmat dicipok cium pipi kiri, Alhamdulillah cium pipi kanan, Syukurillah Kecup di kening, Subhanallah kau tersenyum manis sekali |
| terkantuk-kantuk kepala terantuk-antuk meja, kursi menjadi solusi bagi kepala yang butuh sandaran yang butuh bantalan dan mata yangb hampir lelap kesadaran perlahan menghilang khayalanpun bertandang tak ada konsentrasi apalagi diskusi hanya mimpi yang menari-nari "hroookk... hroooookkk... hroooookkkk.." tertidur dan ngorok mirip kodok |
| tersaruk dalam belukar waktu terjerat jam-jam yang bisu menit-menit yang kaku dan detik yang membeku terpaku menatap hantu Tuhan yang Maha Tahu selamatkan hamba dari bekapan ruang hampa dan bayang-bayang maya dijebak hantu tapi apa benar hamba terjebak hantu apa tidak benar hantu terjebak hamba atau jangan-jangan hamba adalah ahntu bukankah hantu adalah hamba juga? |