semua hanyalah timbunan kata-kata, yang alih-alih memperkaya pemahaman, malah menjebak makna dalam aksara

Tuesday, September 07, 2010

rindu yang belati sepanjang hari

pagi yang kuyup
kunikmati rindu sayup-sayup
yang menelusup perlahan, diam-diam
dalam bulir-bulir hujan

siang yang redup
mentari enggan melepas cungkup
kucecap resah
dalam udara yang basah

malam pun telungkup, mengkerut
rindu kembali berdenyut
terperangkap dalam pikiran berkabut
aih aih semua terselaput

saatnya menghunus belati
tancapkan ke jantung sepi
biar bintang tak perlu berlalu
rindu di hati pun terobati

ocehan pada "rindu yang belati sepanjang hari"

 

tulis ocehan