rindu yang belati sepanjang hari
| pagi yang kuyup kunikmati rindu sayup-sayup yang menelusup perlahan, diam-diam dalam bulir-bulir hujan siang yang redup mentari enggan melepas cungkup kucecap resah dalam udara yang basah malam pun telungkup, mengkerut rindu kembali berdenyut terperangkap dalam pikiran berkabut aih aih semua terselaput saatnya menghunus belati tancapkan ke jantung sepi biar bintang tak perlu berlalu rindu di hati pun terobati |

ocehan pada "rindu yang belati sepanjang hari"
tulis ocehan